Koding.Club

> Artikel

Wanita berganti karir ke programming

Kenapa perlu programmer wanita?

Perempuan yang menjadi panutan di dunia teknologi


> Lainnya

keragaman di dunia programming / koding

> Wanita berganti karir ke programming

Diana Tkachenko seorang engineer di cloud function firebase (2018) punya cerita yang menarik. Dia adalah seorang ballerina bertahun-tahun, terlepas dari sebelumnya pernah kuliah di jurusan fisika(tidak selesai) dan hukum.

Saat lulus dia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan di dunia hukum, dia akhirnya bekerja lepas di berbagai tempat sambil menjadi seorang dancer. Tidak butuh waktu lama sampai dai merasa kelelahan dengan semua aktivitasnya. Dia mulai masuk ke masa krisis.

Sebelumnya ayah Diana selalu memberi tahu untuk belajar programming, tapi dia tidak tertarik. Sampai seteleh selesai kuliah, dia mulai melamar pekerjaan ke berbagai tempat, di masa "kebingungannya" ini ayahnya kembali mencoba untuk menawarkan belajar programming, Diana diberika buku java untuk dibaca.

Diana mulai membacanya, kadang dia tertarik kadang tidak, kadang semangat, kadang menyerah. Sampai ada di satu titik dia terus mulai berlatih apa yang dia pelajari dari buku. Dari sana dia mulai berani melamar pekerjaan di bidang programming dan berhasil mendapatkannya!

Dia masing ingat momen yang membuatnya benar-benar jatuh cinta dengan programming, saat dia membuat game untuk melawan komputer, komputernya menang! dia tidak menyangka pikirannya bisa kalah dengan sesuatu yang dia buat.


Berbeda dengan Preethi Kasireddy, ia sudah berhasil di dunia investasi di bank sebelum berpindah ke Venture Capital (VC). Perannya sebagai investor membuat dia harus banyak bertemu dengan developer, orang-orang yang membuat sebuah produk untuk diberi investasi. Tanpa sadar Preethi merasa cemburu dengan mereka yang bisa membuat sesuatu.

Dia mulai belajar mandiri, bahasa yang dia mulai pertama adalah python, sayangnya hanya berlangsung sebentar, dia dengan cepat merasa tidak pantas melakukan ini.

Tapi tidak berhenti disana (satu tahun kemudian!), dia mulai lagi , kali ini belajar membuat website dengan javascript, dimana dia merasa apa yang dipelajari bisa langsung dilihat hasilnya, bisa mengubah sesuatu (membuat website).

Singkat cerita, hanya butuh 2 tahun dari masa 'newbie' nya ini, Preethi sudah bekerja sebagai seorang blockchain developer (2017) sekarang.


Dua-duanya mengalami masalah sama, merasa tidak pantas dan pernah menyerah. Dua-duanya juga merasakan jatuh cinta sampai terus berkarya dan sulit untuk berhenti. Dua-duanya juga berhasil berganti karir. Akan selalu ada startup / tempat kerja yang berani memberi kesempatan untuk orang-orang yang baru memulai karirnya, jangan takut!

Link

> Kenapa perlu programmer wanita?

Ketika sebuah produk hanya dipikirkan dan dibuat oleh laki-laki, jangan bingung ketika hasil dari produknya pun tidak banyak dinikmati wanita.

Sebaliknya, ketika kita punya perspektif yang beragam dalam sebuah produk, kita bisa tahu, apa yang nyaman (dan tidak nyaman) baik saat laki-laki maupun wanita menggunakannya

Link

> Perempuan yang menjadi panutan di dunia teknologi

Di bawah ini ada beberapa nama list yang bisa dijadikan referensi, silahkan cari interview tertulis ataupun video untuk mengetahui keseharian dan ilmu dari mereka :D

Ada Lovelace dikenal sebagai "programmer pertama di dunia" (ada perdebatan masalah ini) tapi bukan itu yang penting. Saat diminta menerjemahkan artikel dari Babbage (inventor dan juga gurunya), ia menambahkan di artikel itu tentang pemikirannya bagaimana kemampuan -mesin- bukan hanya sekedar untuk kalkulasi matematika

Ayah Bdeir founder LittleBits.com , building block elektornik yang menjadi media belajar dan pengenalan untuk anak-anak ke dunia teknologi. Ted Talk Ayah Bdeir

Reshma Saujani founder dari GirlWhoCode, yang membawa misi membuka kesempatan seluas-luasnya juga untuk perempuan di dunia teknologi

Sara Souidan seorang freelance front-end UI/UX developer, yang aktif menulis dan memberikan training seputar CSS, SVG and front-end development.

Sheryl Sandberg COO di facebook, sebelumnya di Google dan penulis buku

Sarah Edo Senior Developer Advocate diMicrosoft, penulis -buku SVG- dan di CSS-Trick

Simone Giertz dijuluki "queen of shitty robots" terus membuat robot yang "gagal" dan menginspirasi jutaan orang!

Masih ada banyak lagi tentunya di luar catatan diatas :D

Link