Koding.Club

> Artikel

Tips membuat open source

Keuntungan mengikuti acara offline

Programmer tidak sendiri

Membantu orang lain

Kenapa memulai open source

Open source jadi bagian dari programming

Bicara dan bantu orang lain

Kenapa perlu berkomunitas?


> Lainnya

komunitas di dunia programming / koding

> Tips membuat open source

Rasmus Lerdorf belajar harus percaya ke orang lain. Orang yang ikut menulis scriptnya, tanpa perlu selalu menulis ulang semua kode orang lain. Dengan membuat yang lain berkontirbusi, automatis mereka juga akan merasa memiliki dan lebih serius mengurusnya.

Link

> Keuntungan mengikuti acara offline

Jangan lupa saat ada acara offline, bukan hanya mendengarkan pembicara, tapi ngobrol dengan orang-orang yang hadir disana.

Penulis Node.js Ryan Dahl menceritakan awal mula terpikirkan tentang node.js saat dia mengikuti konferensi Ruby di Jerman. Iya, Ruby, kamu ngga salah baca.

Dia bertemu dengan Chis yang mengerjakan project bernama Rack (dijelaskan untuk membuat abstraksi sederhana dari web server), saat itu dia sedang freelance di Nginx (salah satu web server) yang metodenya asynchronous, kedua hal ini yang membuat Ryan terpikirkan membangun node.js

Link

> Programmer tidak sendiri

Mitos yang sering beredar di masyarakat, programmer hidupnya sendiri, di gurun, ngga ada apa-apa, ngga ada siapa-siapa. Tenang aja, ini juga gosip. Saya kenal banyak programmer yang sudah berkeluarga dengan anak-anak yang ceria, jadi jelas ini hanya mitos.

Seperti yang disampaikan di bagian sebelumnya, programmer perlu mengerti alasan dan apa yang sedang dibuat. Perlu komunikasi ke orang-orang yang sesuai dengan tema yang dibuat. Jangan berharap akan ada pengguna website atau aplikasi kita secara automatis, kalau kita ngga kenal masalah yang kita berusaha buat solusinya ini.

Kamu punya orang-orang yang sudah lebih dulu melewati masalahnya yang siap membantu, kamu punya orang-orang yang siap berjuang bersama-sama dan ada juga orang-orang yang akan datang yang baru mau belajar butuh bantuan kamu. Dulu, sekarang dan masa depan akan penuh dengan orang lain.

Komunitas programmer pun menjadi salah satu komunitas yang sangat aktif . Selain forum-forum yang ada di dunia maya, ada banyak konferensi di skala besar perusahaan, meetup-meetup kecil di kota-kota atau study-club di beberapa kampus. Tentunya anggotanya manusia, bukan butiran pasir.

“Tapi di kota saya ngga ada!” ingat jangan cari alasan tapi cari jalan. 1. Kamu bisa keluar kota, bergabung dengan komunitas di kota terdekat dan no. 2 kamu bisa memulai, membuat komunitasnya di kota kamu. Mulai dari 2-3 orang sampai ruangan kamu nanti ngga sanggup menampung semua anggotanya.

Pada saat teman-teman bekerja di suatu perusahaan pun, akan ada senior, orang yang lebih dulu mengerjakan programnya, kalau ngga mau tersesat dan merusak program perusahaan di hari pertama, jelas perlu komunikasi dengan sang senior. Seperti apa alur programnya, masalah struktur, problem sejauh ini dan hal-hal yang perlu diperhatikan lainnya.

Belum lagi dengan designer, konflik akan banyak terjadi kalau komunikasi ngga bagus. Masalah kecil seperti ukuran icon yang ingin diperbesar, warna detail dalam hexacolor, dan segudang pekerjaan lainnya, akan mengubah suasana pekerjaan jadi ngga nyaman kalau kita ngga berkomunikasi. Masih ada lagi hubungan denga bos, klien atau pengguna.

Mencari partner di level yang sama juga perlu, bukan hanya yang levelnya di atas atau levelnya di bawah, tapi punya sosok rival, akan menambah semangat untuk terus improve skill yang kamu punya. Sama-sama terus berkembang!

Link

> Membantu orang lain

Paul Irish bekerja di berbagai project yang mendukung para developer, alasannya karena dia percaya website adalah tempat orang-orang membuat banyak hal yang luar biasa, dia akan membantu apapun yang bisa dilakukan untuk membuat website semakin luar biasa.

Rasmus Lerdorf bercerita bahasa PHP dibuat untuk kepentingan pribadinya menyelesaikan permintaan para klien yang hampir semuanya sama, ternyata semua temannya pun mengalami masalah yang sama. Dari sini ia membagikan program 'PHP'nya, yang ternyata menjadi salah satu bahasa program open-source terbesar sampai sekarang.

Untuk membantu orang lain kamu tidak perlu menjadi orang yang 100% percaya diri. Linus Torvalds pembuat Linux tetap bisa memulai salah satu proyek open source terbesar dengan bekerja dari kamarnya, meskipun dia sendiri bukan orang yang nyaman di keramian.

Link

> Kenapa memulai open source

Linux tidak dimulai sebagai kolaborasi. Linus Torvalds hanya mengerjakan ini seperti proyek pribadi lainnya sendiri. Ia awalnya hanya ingin memperlihatkan ke orang lain dan mendapatkan feedback tentang apa yang ia buat. Dari sana ia mulai mendapatkan ide dan masukan tentang proyek OS nya ini.

Kamu tahu tidak? kalau Linus juga orang yang membuat Git. Yang berawal dari masalah ketika hampir ribuan orang ingin berkontribusi mengembangkan Linux, ia perlu mengelola semua kodenya dengan sangat baik, dari sini Git lahir.

Rasmus Lerdorf, penulis PHP memberi gambaran seperti ini: bayangkan kamu punya masalah, kamu bisa pergi ke sebuah toko untuk membeli produk mahal, yang bisa jadi (bisa juga tidak) menyelesaikan masalahmu, ATAU, opsi kedua, kamu berkumpul bersama orang-orang, bisa ratusan atau ribuan, yang punya masalah sama dan berusaha mencari solusi spesifik yang terbaik. Mana yang kamu pilih?

Link

> Open source jadi bagian dari programming

Guido Van Rossum menyebutkan pelajaran yang paling penting yang di dunia programming adalah "berbagi". Hampir semua trick programming termakan dengan waktu, tapi ide "software perlu saling berbagi" justru semakin kuat! yang saat ini kita sebut sebagai open source.

Adiran Holovaty, penulis framework Django, mengingatkan berkontribusi di open source bukan cuma membuat kamu lebih baik sebagai developer, tapi lebih baik sebagai manusia. Kamu ikut membantu orang lain dan sadar di balik setiap proyek hanya manusia biasa disana.

Link

> Bicara dan bantu orang lain

Setelah cukup lama berenang di kolam programming, skill kamu akan bertambah, pengalaman kamu jelas lebih banyak dibanding orang yang baru mencelupkan kakinya di kolam ini. Orang-orang butuh bantuan kamu, jangan biarkan mereka kabur tidak jadi berenang apalagi sampai tenggelam.

Memang menakutkan untuk mulai membantu orang lain, tapi ingat, kita pun saat memulai dulu mendapat bantuan dari orang lain, entah itu di dunia maya atau di dunia nyata. Belajar untuk mengajar.

Ngga perlu membayangkan untuk langsung berbicara di atas panggung di depan ratusan orang, cukup cari satu orang yang tertarik di bidang ini, bantu dia. Satu hal yang menarik yang akan kamu temukan, dengan membantu orang lain, kamu akan belajar banyak hal baru. Hal-hal yang sebelumnya kamu ngga mengerti justru akan menjadi lebih jelas ketika kamu harus menjelaskannya ke orang lain.

Salah satu tips belajar yang luar biasa, kalau kamu ngga bisa menjelaskan dengan mudah ke orang lain, berarti kamu belum mengerti. Jadi bayangkan saat kamu belajar sesuatu yang baru, bagaimana kamu akan menjelaskannnya ke orang lain.

Selain dengan mencari satu orang tadi, kamu bisa mulai belajar menulis blog tentang yang kamu pelajari, membuat video di youtube atau mencari forum-forum tempat kamu bisa membantu banyak orang yang ngga kamu kenal di dunia nyata.

Mulai cari di internet dimana ada komunitas programming di kota kamu dan datang ketika ada acara. Gimana kalau ngga ada? bikin! cari satu dua orang yang tertarik, mulai dari pertemuan kecil. Dan pelan-pelan kembangkan komunitasmu, yap, seperti walikota, kamu akan punya pengaruh besar yang baik di daerahmu.

Komunitas programmer tidak akan sebesar sekarang, kalau masing-masing hanya mengurus dirinya atau semua malu ngga ada yang berani berbicara, takut disebut guru, takut disebut master. Ada banyak hal lain yang perlu kita takuti dibading mendapat pujian atau sindiran.

Link

> Kenapa perlu berkomunitas?

Dari survey singkat, salah satu masalah saat belajar programming adalah kurangnya motivasi dan tidak adanya mentor atau guru. Karena itu membuat komunitas di kota kamu sangat penting.

Bagiamana kalau komunitasnya tidak ada? bikin! mulai dari 2-3 orang, jangan heran kalau nanti ada puluhan bahkan ratusan orang yang terbantu!

Kamu punya kesempatan belajar, mengajar dan saling bertukar pengetahuan masing-masing. Siapa yang tahu kalau nanti kalian akan menjadi satu tim membuat perusahaan bersama!

Guido van Rassum, menceritakan saat masih SMA, ia berkumpul dengan teman-temannya yang tertarik dengan elektronik, sampai saat kelas berlangsung pun mereka akan duduk berdekatan dan berdiskusi. Banyak yang tidak mengerti apa yang mereka lakukan, tapi yang dibutuhkan adalah dukungan satu sama lain dengan orang-orang yang berpikiran sama.

Link