Koding.Club

> Artikel

Cara mendapatkan modal usaha

Bingung memilih teknologi untuk startup

Apa alasan kamu membuat aplikasi / program ?

Programmer bikin bisnis sendiri?

Menentukan karyawan cocok atau tidak

Bagaimana membuat developer nyaman bekerja?


> Lainnya

startup di dunia programming / koding

> Cara mendapatkan modal usaha

Kalau kamu ingin memulai usaha sendiri, ada banyak opsi untuk membiayainya

Kamu bisa membuat usaha "freelance" mengerjakan sesuatu untuk klien (orang lain) sambil mengembangkan produk kamu

Opsi lain, bekerja seperti biasa di suatu kantor, di sisa waktu gunakan untuk menulis program yang mau kamu buat

Atau seperti James Tamplin, co-founder Firebase, bersama temannya perlu mengajar gymnastic ke anak-anak SMA, untuk mendapatkan uang, membiayai startup / usaha yang mereka ingin jalankan setelah baru lulus kuliah. Kamu bisa bekerja apa saja (selama halal) tidak harus langsung nyambung dengan yang mau kamu bangun

Link

> Bingung memilih teknologi untuk startup

Pada saat awal-awal membangun startup, yang lebih penting untuk kamu pusingi adalah mendapatkan feedback dari user. Pastikan yang kamu bikin benar-benar ada yang menggunakan dan dapatkan masukan dari orang itu langsung.

Teknologi selalu berkembang, kamu selalu bisa berganti bahasa program atau framework atau hal lainnya, tapi jangan jadikan hal-hal ini sebagai penghalang dan lambat dalam membuat sesuatu.

Link

> Apa alasan kamu membuat aplikasi / program ?

Teman-teman Masako Wakamiya atau sebagian besar orang tua merasa game aplikasi tidaklah menarik, karena memang belum ada yang membuatkan khusus untuk mereka. Karena itu Masako Wakamiya di umurnya yang sudah 82 tahun membuat aplikasi game untuk dimainkan orang tua. "Saat kamu bekerja membuat sesuatu, rasanya seperti kamu sudah mendapatkannya, perasaan itu yang saya dapat saat menulis program"

James Tamplin, co-founder Firebase, awalnya membuat aplikasi chat karena tidak ada yang ia temukan untuk mendukung website-website clientnya, akhirnya ia memisahkan fungsi ini ke API(sistem) sendiri, dari sinilah lahir Firebase realtime database!. Tips ini dikenal dengan "scratch your own itch" / selesaikan masalah kamu sendiri.

Emma yang bercerita saat dia masih berumur 13 tahun, neneknya terkena penyakit Alzheimer, dia tidak lagi mengingat banyak hal. Emma yang ingin berbicara panjan dengan neneknya tidak bisa lagi. Karena itu dia membuat aplikasi timeless untuk membantu bukan hanya neneknya, tapi para penderita Alzheimer untuk bisa mengingat banyak hal

Link

> Programmer bikin bisnis sendiri?

Pintu rezeki yang ngga kita buka.. ini salah satunya, bikin bisnismu sendiri! atau istilah yang lebih populer sekarang, startup. Ngoding sendiri memang ngga gampang, apalagi ditambah bisnis. Kamu harus siap menemukan banyak pekerjaan ekstra yang perlu dilakukan kalau memang mau membuat bisnis sendiri. Ngga gampang, tapi bukan ngga mungkin.

Butuh satu buku sendiri untuk membahas bagaimana membuat bisnis, saya hanya akan menjelaskan beberapa poin pentingnya disini. Meskipun bukan ahli di bidang bisnis, tapi setelah menjalankan sekolahkoding beberapa lama, saya sadar, tanpa investasi miliaran, tanpa kantor yang besar, tanpa endorsement dari artis yang populer, kamu tetap bisa menjalankan bisnismu sendiri.

Kamu bisa mulai dari ide atau dari melihat masalah yang ada dan memberikan solusi ke masalah ini. Ide? orang lain belum tentu butuh. Masalah? sudah jelas ada yang butuh. Bisa jadi solusimu menghemat waktu orang lain, menghemat uang dan masih banyak lagi nilai-nilai yang bisa kamu kontribusikan.

Kamu bikin sesuatu yang “wah”, ngga akan ada yang tahu sampai kamu umumkan. Kalau kamu bertapa 3 bulan bikin program tapi hanya di localhost, ngga akan ada yang tahu. Berani publish di social media dan minta pendapat orang lain. Bukan hanya pendapat teman atau keluarga, karena orang- orang yang dekat dengan kita hanya akan memuji untuk membuat kita senang. Alternatifnya cari tahu siapa target konsumer kamu, untuk siapa bisnismu ini. Kamu bisa cari di dunia maya atau di dunia nyata. Tanyakan pendapat mereka tentang produk kamu, pendapat yang jujur orang-orang ini.

Fakta menariknya kamu ngga harus sendiri. Kamu bisa cari teman seperjalanan, partner yang rela ngga dibayar, mau berjuang bersama di awal. Saling mengisi kekurangan, jangan cari partner yang semuanya programmer, cari designer, cari orang bisnis, cari orang marketing, cari ahli copywriting. Saling mengisi kekurangan.

Tapi kalau mereka ngga dibayar mana mungkin mau bergabung? Mungkin! ceritakan apa visi misi kamu, kenapa bikin bisnis ini, masalah apa yang mau diselesaikan. Siapa yang tahu kalau mereka memang tertarik dan peduli dengan masalah ini. Urusan uang kamu bisa membagi saham di awal, kalau nanti bisnisnya sudah jalan.

Yang sering dipraktekkan juga, orang-orang tetap bekerja di suatu perusahaan atau membuat jasa pembuatan program sambil menjadikan bisnisnya ini pekerjaan sampingan, agar tetap menghasilkan.

Selama ini kita punya teman untuk olahraga, ada teman bermain game, dan hobi-hobi lain. Kenapa hanya membatasi diri disini? kenapa ngga nyari teman yang sama-sama mau berubah dan berjuang.

Mulai dari hal yang kecil, jangan menggabungkan banyak hal menjadi satu, semakin banyak yang mau dikerjakan, semakin banyak beban yang akan datang. Menyerah di jalan, proyeknya terbengkalai, hilang semangat dan lain-lain. Fokus ke satu hal, fokus menyelesaikan satu masalah. Eliminasi bagian yang tidak penting.

Masih banyak diantara kita yang merasa “semakin banyak semakin bagus”. Padahal semakin banyak semakin repot. Cari satu hal, inti dari produk yang mau kamu buat, eksekusi ini dengan sangat baik, lempar ke publik, lihat tanggapan yang jujur dan perbaiki dari sini, terus ulangi siklus ini. Jangan khawatir nanti kamu bisa terus merubah atau menambahkan produkmu kalau memang diperlukan.

Tidak seperti dongeng, ngga semua berakhir indah. Jangan berharap produk pertama kita akan langsung berhasil. Semua ada prosesnya, kamu akan belajar dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain. Jangan marah kalau produk kamu ngga diterima, sebaliknya tanyakan kenapa ngga diterima, memang produknya ngga diperlukan? atau eksekusinya yang kurang baik? jujur dengan diri sendiri, bukan dengan menebak-nebak tapi menanyakan ke penggunanya langsung.

“Semua langkah pertama berat, tapi semua perjalanan di mulai dari langkah pertama”

Link

> Menentukan karyawan cocok atau tidak

Matt Mullenweg, pembuat CMS Wordpress dan juga founder Automattic, menuliskan di blog cara mereka menentukan apakah karyawan yang akan bekerja cocok atau tidak dengan memberikan pekerjaan yang akan dikerjakan nanti.

Matt merasa, sekedar interview atau tes-test lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kerjaan asli perlu dipertimbangkan lagi, karena pada akhirnya karyawan ini akan mengerjakan tugasnya. Orang ini akan digaji semasa "trial" mencoba bekerja dan akan dinilai berdasarkan hasil yang dia capai.

Link

> Bagaimana membuat developer nyaman bekerja?

Adrian Holovaty senang dengan tempat kerjanya dulu dimana bosnya membebaskan teknologi pilihan developernya sendiri, selama masalah bisa diselesaikan. "Saya tidak peduli bagaimana sosis dibuat" - kata bossnya

James Tamplin menjelaskan kultur mereka di firebase: [1] Menjadikan firebase tempat kerja yang bahagia, dia percaya karyawan yang bahagia akan bekerja lebih produktif [2] Membangun kepercayaan sesama developer, belajar mendengar apa yang mereka butuhkan

Joels Spoelsky menulis satu essay tentang ini, dimana programmer benar-benar perlu diperhatikan secara fisik (disediakan hardware, internet, kursi, dll. yang bagus) dan juga tidak diberi tugas yang berlebihan, seperti dipaksa melakukan marketing atau pekerjaan lain.

Link